
Ayo Bantu Para Ibu Tangguh Indonesia Berjuang Nafkahi Keluarga
Becak suami sepi penumpang, Mak Inah terus berikhtiar jualan kangkung demi menafkahi keluarga. Ayo bantu perjuangan Ibu Indonesia!
Info Lembaga

Yayasan Al-Iman
Tentang program
“Mak sebenarnya ingin istirahat, tidak kuat lagi bekerja terus. Tapi, mau bagaimana lagi. Mak harus maksain biar anak-anak bisa makan”

Kisah mengharukan ini datang dari Mak Inah. Seorang ibu yang tangguh berusia 62 tahun. Meski tubuhnya tak lagi bisa tegak, ia tetap tegar menghadapi pahitnya kehidupan.
Saat ini ia tinggal di kontrakan kecil, 3x5 meter. Ia hidup bersama suaminya yang seorang penarik becak. Penghasilan suaminya nyaris nol karena ojek online dan pandemi. Mau tak mau, ia harus menggantikan suaminya mencari nafkah, meski usia sudah senja. Mak Inah juga bertekad membantu anak tunggalnya yang sudah diceraikan suaminya (40 tahun) dan 2 cucunya yang tinggal bersama di kontrakan sempit itu.
Setiap bulannya, Mak Inah harus membayar 800.000 untuk uang sewa kontrakan. Sedangkan, ia hanya seorang penjual kangkung keliling yang penghasilannya tak seberapa. Dalam sehari, Mak Inah hanya mampu menjual 30-40 ikat kangkung. Itu pun sebatas dihargai 500/ikatnya.
Dengan keadaan ekonomi serba terbatas, Mak Inah bahkan sulit untuk makan sehari-hari. Mak Inah dan keluarga jarang sekali mencicipi daging. Hanya setahun sekali saat mendapat pemberian idul adha.

Setiap harinya, Mak Inah harus bangun lebih pagi dari orang kebanyakan, lalu berjalan selama 30 menit untuk mengambil kangkung dari para pengepul. Kangkung ini kemudian ia jajakan dari pintu ke pintu di kampungnya. Ia mulai berjualan dari Subuh hingga menjelang ashar.
Fisik Mak Inah sudah lemah seiring bertambahnya usia. Saat menjajakan kangkung jualannya, ia harus berhenti setiap 15 menit sekali. Ia juga sering merasa pusing dan harus meminum obat yang dibeli di warung. Karena kondisinya yang semakin menua, ia juga harus berjalan dengan tubuh yang bungkuk.
Meski diuji dengan semua kesulitan itu, Mak Ina tetap bersyukur dan terlihat semangat menjalani semuanya.

Mak Inah punya impian sederhana. Ia berharap bisa menyewa lapak di pasar untuk berjualan. Sehingga, tidak perlu lagi berjalan menjajakan jualannya dari pagi ke sore, dari pintu ke pintu.
Dengan menyewa lapak untuk berjualan, Mak Inah berharap hidup yang lebih sejahtera. Sehingga, ia bisa membayar kontrakannya dan bisa mencicipi daging untuk hidangan buka dan sahur bagi keluarganya.
Sahabat Iman, maukah anda menjadi penyambung rezeki untuk Mak Inah dan ribuan ibu tangguh dhuafa lainnya?
Kita bisa membantu meringankan beban mereka dengan saling memberi. Berbagi modal usaha untuk para wanita lansia, janda dan ibu produktif yang berjuang membantu perekonomian keluarga.

Mari sejahterakan kehidupan mereka! Bantu sesama, raih beribu-ribu keberkahan! Beri sedekah terbaik anda dengan cara:
- Klik tombol “DONASI SEKARANG“
- Pilih metode pembayaran
- Masukan nominal sedekah terbaik
- Bagikan cerita dan laman donasi ini, mengajak orang pada kebaikan, berbuah pahala sebagai balasan!
Terima kasih, semoga donasi kita berbalas istana di surga-Nya kelak. Semoga Allah memberkahi dan memberi kemudahan di setiap urusan sahabat.
Belum ada Fundraiser
Ayo jadi bagian dari #JembatanKebaikan dengan membagikan program ini
Berita Terbaru
Lihat Semua01 Nov 2021
Usaha Nenek Penjual Kangkung, Bangkit berkat bantuan darimu
“Mak sebenarnya ingin istirahat, tidak kuat lagi bekerja terus. Tapi, mau bagaimana lagi. Mak harus maksain biar anak-anak bisa makan"

Kisah mengharukan ini datang dari Mak Inah. Seorang ibu yang tangguh berusia 62 tahun. Meski tubuhnya tak lagi bisa tegak, ia tetap tegar menghadapi pahitnya kehidupan.
Saat ini ia tinggal di kontrakan kecil, 3x5 meter. Ia hidup bersama suaminya yang seorang penarik becak. Penghasilan suaminya nyaris nol karena ojek online dan pandemi. Mau tak mau, ia harus menggantikan suaminya mencari nafkah, meski usia sudah senja. Mak Inah juga bertekad membantu anak tunggalnya yang sudah diceraikan suaminya (40 tahun) dan 2 cucunya yang tinggal bersama di kontrakan sempit itu.
Setiap bulannya, Mak Inah harus membayar 800.000 untuk uang sewa kontrakan. Sedangkan, ia hanya seorang penjual kangkung keliling yang penghasilannya tak seberapa. Dalam sehari, Mak Inah hanya mampu menjual 30-40 ikat kangkung. Itu pun sebatas dihargai 500/ikatnya.

Setiap harinya, Mak Inah harus bangun lebih pagi dari orang kebanyakan, lalu berjalan selama 30 menit untuk mengambil kangkung dari para pengepul. Kangkung ini kemudian ia jajakan dari pintu ke pintu di kampungnya. Ia mulai berjualan dari Subuh hingga menjelang ashar.
Fisik Mak Inah sudah lemah seiring bertambahnya usia. Saat menjajakan kangkung jualannya, ia harus berhenti setiap 15 menit sekali. Ia juga sering merasa pusing dan harus meminum obat yang dibeli di warung. Karena kondisinya yang semakin menua, ia juga harus berjalan dengan tubuh yang bungkuk.
Meski diuji dengan semua kesulitan itu, Mak Ina tetap bersyukur dan terlihat semangat menjalani semuanya

Sudah lama Mak Inah menginginkan dapat menghimpun stok kangkung dalam jumlah yang banyak. Namun apa daya keterbatasan ekonomi menjadi penghambatnya.
Mengetahui kabar tersebut, Tim Yayasan Al Iman langsung bergerak menuju rumah kontrakan Mak Inah dengan membawa bantuan uang tunai sebagai suntikan modal usaha mak.

Terimakasih ya #SahabatIman, kepedulianmu membuat Mak Ina gembira. Kini Mak tidak perlu lagi sering mendatangi pengepul karena memiliki persediaan stok jualan yang mencukupi untuk dijual setiap harinya. Keuntungan yang diperolehpun akan jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Mari kita doakan juga, semoga Mak Ina selalu diberikan kesehatan dan laku kangkung jualannya.
Yuk kita bantu lansia dhuafa lain! Agar mereka bisa bertahan hidup, meneruskan usaha dan mencari nafkah di usia mereka yang tak lagi muda.
Bantu terus lansia dhuafa lainnya di sini!
Salam Hangat,
Yayasan Al-Iman
Website : www.aliman.org
Instagram : @ysnaliman
Donatur
Lihat SemuaHamba Allah
3 tahun yang lalu
Rp 12.000
Hamba Allah
3 tahun yang lalu
Rp 10.331
Hamba Allah
3 tahun yang lalu
Rp 10.000
Hamba Allah
3 tahun yang lalu
Rp 25.520
Hamba Allah
3 tahun yang lalu
Rp 10.000